Oleh: gambaridoep | April 10, 2010

ERA BARU SIARAN TELEVISI INDONESIA; News Televition Generation

“Television takes the process much further by making people visually available, and not in the frozen modality of newspaper photographs, but in movement and action”
(Fairclough 1995, 38-9)

oleh; Abdul Rahman Sutara
(catatan dari orang yang masih belajar)
SiGI Community

Diera globalisasi saat ini, jelas sekali bahwa televisi sebagai sebuah saluran informasi memiliki kelebihan dibandingkan dengan media lainya. Menurut pakar televisi, Jhon Fiske, bahwa televisi merupakan “teks” yang dapat dibaca dan dimaknai secara luas. Situasi tersebut, tentu menjadikan televisi saat ini sebagai jendela dunia untuk setiap orang yang ingin mendapatkan informasi secara detail, ini karena penyaluran informasi melalui media televisi memiliki dua kekuatan pemahaman; audio dan visual.

Pada satu tahun terakhir ini, dua news Televisi di Indonesia mampu mengimbangi rating bahkan hampir mengalahkan program- program entertainment televisi. Kedua stasiun televise tersebut adalah Metro Tv dan TV One yang selama ini populer dengan program- program news & Informasi. Paling tidak ada dua factor pemicu utama yang menyebabkan naiknya rating program kedua stasiun televise tersebut ; (1) Penyajian program- program informasi dan News pada kedua stasiun Tv tersebut dikemas dengan sangat menarik dan inovatif sehingga penyajian programnya (namun bukan pada isi programnya) dapat menarik bagi semua kalangan masyarakat, karena selama ini program- program news & informasi hanya diminati oleh kalangan pendidikan dan ekonomi menegah keatas saja. (2) Penyajian informasi melalui dua stasiun Tv tersebut didukung oleh momentum/ kejadian- kejadian yang cukup monumental, misalnya; kasus skandal Bank Century dan perburuan kelompok teroris, dalam teori komunikasi dan wacana media ini disebut dengan dimensi isi dan situasional.

Namun, apakah suksesnya program- program news & informasi pada kedua stasiun televise tersebut menjadi tolak ukur atas era keterbukaan informasi saat ini? Terlebih lagi, apakah masyarakat Indonesia dan kelompok coorporasi televise telah memasuki era domokrasi informasi, sehingga orientasi keberadaan media sebagai informan connected antara kaum elit penguasa dengan masyarakat dapat secara fair terjadi. Untuk itu perlu kiranya menelaah kembali beberapa teori komunikasi media guna melihat posisi ideal media televise sebagai chanel- news maker dan masyarakat sebagai komunikan/news consumire

Berkaitan dengan proses pembentukan opini public melalui media, pakar teori komunikasi massa John Dewey melihat perkembangan kapasitas masyarakat telah melewati batas- batas, karena adanya sarana fisik komunikasi. Ini artinya, pembentukan opini public yang terjadi melalui proses diskusi kemudian disajikan melalui saluran media yang tepat (dalam hal ini televisi), maka dengan sendirinya ia akan membentuk kegiatan aktif dalam komunitas masyarakat penontonya. Senada dengan ini, dalam karya- karya lain pakar komunikasi modern, seperti Charles Horton Cooley dan Robert E. Park percaya bahwa media modern (dalam hal ini Televisi) dapat mewujudkan sebuah komunitas demokratis yang sebenarnya. Dengan kata lain, seperti yang ditulis dalam buku Jhon Dewey Media and the American Mind mengatakan bahwa; Komunikasi modern (salah satunya adalah televisi) secara mendasar berperan sebagai sebuah agen untuk memperbaiki konsesnsus politik dan moral secara meluas yang telah diancam oleh ganguan dari abad ke-19 berupa industrialisasi, urbanisasi, dan imigrasi.

Dalam paham kajian ilmuan komunikasi Kanada; Marshall Mcluhan, dengan teorinya yang terkenal technological determinism, yakni suatu pandangan dengan pendekatan cultural yang mengasumsikan teknologi membawa implikasi bagi perubahan cara hidup suatu masyarakat. Ini artinya, media komunikasi modern saat ini (salah satunya adalah televisi) tidak hanya bersfat teknis, namun melalui informasi- informasi yang disalurkan serta program- program yang disiarkan televisi (terutama program- program yang bersifat persuasif/ mempenaruhi opini publik) dapat memberikan pengaruh bagi perubahan social yang dikehendaki. Ini karena, menurut Marshall McLuhan dampak radikal yang dimunculkan oleh media terutama media teknologi modern (televisi) berdimensi pada ruang, waktu, dan presepsi manusia.

Menurut Deddy Mulyana, salah satu guru besar dan pakar Ilmu komunikasi d Indonesia menatakan; Dalam ilmu komunikasi, terdapat 12 prinsip komunikasi, diantaranya adalah Prinsip komunikasi dimensi isi dan dimensi hubunan. Teevisi sebagai salah satu media komunikasi, tentunya memiliki pesan yang akan disampaikan. Maka isi pesan dalam proram- program televisi merupakan dimensi isi, sedangkan Televisi sebagai alat (media) berposisi sebagai dimensi hubungan. Dalam hal ini, pengaruh suatu pesan akan berbeda bila disajikan dengan media yang berbeda pula. Misalnya, suatu cerita yang penuh dengan kekerasan dan seksualisme yang disajikan oleh media audio-visual (televisi) boleh jadi menimbulkan pengaruh yang jauh lebih hebat, misalnya dalam bentuk peniruan oleh anak-anak atau remaja yang disebabkan oleh tontonan sebuah televisi, bila dibanding dengan penyajian cerita yang sama lewat majalah dan radio.

Sama halnya dengan fenomena penyajian informasi & news di Indonesia (TV One dan Metro Tv) yang akhir- akhir ini meraih rating paling tinggi mengalahkan program- program acara Televisi lainya (menurut data Litbang KOMPAS pada pertengahan Februari 2010), hal ini dikarenakan disamping karena kemasan penyajian talkshow informasi dan news yang sangat inovatif, televisi juga memiliki sifat audio visual, sedangkan majalah dan koran hanya mempunyai sifat visual saja, dan radio mempunyai sifat audio saja. Berkenaan dengan ini, tidaklah mengejutkan bila Marshall Mcluhan mengatakan the medium is the message.


Tanggapan

  1. ibarat memilih menu dengan paket lengkap namun hemat….pada tulisan ini, terasa runut dlm mendeskripsikan potret televisi saat ini. televisi di sini adalah stasiun televisi yang mengapungkan visi dan misi yang edukatif dan informatif, komparasi yang pas antara METRO Tv dengan TV ONE…pertarungan dua institusi media elektronik (TV) terkemuka di skup nasional. sudah amat tepat pengambilan samplingnya. di lain hal, secara kebahasaan, tulisan ini amat mudah dicerna tanpa membuat kening berkerut berbaris-baris. hanya saja ada beberapa kata yang keliru. seperti di paragraf awal, penulisan DIERA (DI ERA), entah karena memang tak teliti atau terbiasa, hanya penulis yg paham. juga penulisan TOLAK UKUR (TOLOK UKUR). alangkah lebih baik jika dikroscek dulu sebelum dipublish, pasti lebih gurih dibacanya. tulisan ini pun amat baik, karena ada sodoran pemikiran para pakar komunikasi, jadi tak hanya teks tok, melainkan pijakan teorinya tak terlupakan. TERAKHIR, bagiku media cetak tak kalah saingnya dengan media online maupun audiovisual. karena tekslah yang menjadi sejarah aal komunikasi. teks itu abadi. teks juga menjadi rekreasi jiwa dan pikiran. bagaimana mata fokus pada teks, tapi jiwa dan pikiran kita berimaji menuntun apa yang tergambar dari teks…..SEMANGAT ya bang abdul, menulis itu memang menarik. SUKSES…..

  2. …temen-temen, mampir iah ke blogkuuu, aku lagi ikutan lomba blog niihh,jangan lupa kasih coment iahhh,, kontribusi kalian sangat berarti …langsung klik ini iah : http://pelangiituaku.wordpress.com/2010/05/10/seorang-cowok-menjaga-kesehatn-kulit-wajar-nggak-sih/ … semangat blogger 2010 !!!! …makasiihh =)

  3. Kerana tak jelas dan arah, Tv-Tv Indon pun diminta oleh Ulama Thailand dan ulama lain supaya mengurangkan tontonan maupun tayangan hiburan dan acara-acara tidak bermakna demi kemaslahatan bangsa Indon yang jalan kaki di tempatan ataupun malah mundur ke belakang, walaupun merdeka lebih dulu daripada kami rakyat Singapore atau Malaysia. Pejabat-pejabat dan orang-olang berkepentingan licik negeri itu sengaja membuat dan mendisain rakyatnya suka dipuji.

    Pengucap berita (presenter) Tv-Tv Indon konon cantik-cantik? Disgusting. Itu untuk level tempatan/lokal Indonesia sahaja. Otak wawasan dan bahasa asing mereka nol besar ataupun tidak berkualiti, bolehlah semata untuk dipaham sahaja. Kebanayakan mereka kurang sangat wawasan dan berfikir dalam tak, decent pun tak. Mungkin lebih tepat untuk penghuni rumah bor….

    Lagipun, nonton Tv via internet? Tidak nyaman. Internet disana di Indonesia putus-putus dan jatuhnya berharga mahal untuk saiz/ukuran kantong income rata-rata orang Indonesia, yang miskin-miskin dan berpengahsilan rendah sangat. Internet di kami, rakyat Singapore, cepat dan murah untuk saiz kantong rata-rata income kami. Itu kesalahan pemerintah dan menteri tersangkut di Indonesia yang tidak jelas dan tidak mampu mendesign internet total murah, seperti Singapore dan RRC/Tiongkok atau Taiwan.

    Lebih penting sangat, sebaiknya kamu-kamu berlangganan TV provider supaya dapat melihat Tv-Tv asing. Tapi ada yang lebih murah, kamu-kamu harusnya beli parabola. Semua bagus-bagus ada di parabola. Tv-Tv Indon kebanyakan kurang ataupun berkualiti tak.

    S i g n a l D i p o A l a m

    Lagipun, mereka pura-pula, hanya menghibur ataupun justeru membodohi semua rakyat Indonesia termasuk kamu-kamu. Banyak orang-olang muda dan tua Indonesia, tidak semua, kerana pendidikan dan cara pikir sudah lama terpola rendah, mudah sangat dibodohi, dibohongi, dan terjebak hal-hal kecil tidak penting, senang dipuji dan girang sendiri. Tolol dan gila.

    Ini pun kerana media meleka Tv-Tv itu suka mendiskusi hal-hal kecil tak penting, dan bahkan turut mengalihkan isu, tidak ada beza dengan oknum-oknum penguasa, tercemar mentaliti penjajah masa lepas, Belanda. Tv-Tv itu mengulas dan menulis kosong tak bermakna. Hanya semata menghasut, memanasi atau semata menghibur. Kecuali Dipo Alam. Signal Dipo Alam sebagian betul juga dan kita olang sepakat, tapi ia ada tujuan lain. Tv-Tv itu realiti tanpa makna, tanpa membuat jera kepada korap-korap daripada pejabat-pejabat curang selama-lamanya.

    Harusnya tentara nasional itu bersatu untuk mengubah sejarah bodoh itu dan mereka harusnya dekat dan bersama mahasiswa dan rakyat untuk ambil aksi merebut. halusnya tentala setelah melihat situasi krisis saat ini lantas secepatnya pegang kekuasaan bagi mempertahankan negara dan rakyat khususnya bumiputela/pelibumi yang semakin habis kualiti dan kuantiti.

    Tapi tentara di Indonesia, kolonel-kolonelnya, tidak belani sama jenderal-jenderal meleka, yang padahal jadi jendelal kalena menyuap. Kami Singapore dulu tak ada artinya, kami merdeka juga lebih belakang, haiyaa. Tapi kami dapat pemimpin hebat, Tuan Lee Kuan Yew, pejuang sejati dan pemimpin sejati dalam kami inilah. Indonesia dulu ada pemimpin hebat, Sukalno, tapi direbut pemimpin karbitan CIA/Amelika, Suhalto. Indonesia kini sama saja, dipegang pemimpin tak tahu apa-apa, SBY.

    Maka kita orang, dinasti Han, Tionghoa perantauan, bukan Cina hebat macam mereka olang RRC/Tiongkok yang nasionalis; kami orang yalah licik sangat dan mental dagang, banyak akal snagat. Kami di Indonesia pandai dagang dan pintar menyuap dan KKN dengan pejabat-pejabat Indonesia yang tak memiliki halga diri dan murahan. Itu sebab kami makmur dan bumiputela Indonesia sekalang hancul belantakan. Khususnya tak ada yang telsisa buat rakyat, bumiputera/pribumi itu. Mereka jadi kuli di negeri mereka sendili.

  4. Diam kamu, Huo Huan/Maimai!!!! Olang-olang daerah itu nanti jadi sadar dan pintar bahawa mereka sedang dialihkan isu. Tapi bukankah sudah nenek-moyang kita orang-olang Han/Tionghoa l/rancang semuanya. Tapi kita orang Han, Tionghoa, sudah lama kuasai dan kendalikan meleka, termasuk media utama, TV-TV berita, kita olang sudah kuasai dan dikte isinya semua, paham? Tak hanya itu. Titik-titik strategis Indonesia pun semua telah kami kuasai. Kita orang yalah dinasti Han. Semua isu harus kita alihkan dan kita pula-pula angkat isu-isu itu, tapi jangan dalam-dalam. Kalau tak, maka kita orang akan lugi semua, nanti kalau ada kerusuhan, harta benda kita orang ludes semua. Maka lebih baik mereka putar saja tayangan olahraga dan hiburan atau berita-belita dangkal supaya mereka rakyat tetap bodoh dan tolol, jangan mereka bangkit melawan kita olang Tionghoa. Ingat, kini sudah tak ada yang tidak kita orang kuasai. Pelusahaan/provider Internet sahamnya kita kuasai, kita bikin tetap mahal, jangan dibikin mullah. Jadi plaktis kini yang telsisa untuk bumiputela/pelibumi hanya hal-hal bernilai sampah, bukan hal-hal stlategis. Kita orang pintar, mereka orang bumiputera tolor-tolol, mudah dibeli, haiyaa…. Di antala kami juga banyak yang masuk Islam, itu pura-pura saja, supaya kita olang tidak dimusuhi. Mana yang tidak kami orang kuasai ha…?! Semua tanah-tanah luas negeli itu, properti, perumahan dan blok-blok mewah saat ini semuanya milik kita orang. Haiya….. Tak ada yang tersisa untuk anak-anak bumiputera pelibumi Indonesia. Haiyaaa…. Tak perlu 300 tahun. Pejabat-pejabat itu tolor-tolor, mahu ber-KKN dengan kami, mereka orang murahan, haiyaaa…. Kurang dari 100 tahun lagi, bumiputera itu semua sudah punah, haiyaaa… Yang telsisa dali meleka hanya sedikit sekali, tinggal macam etnis Aborigin di Australia, habis olang bumiputera pelibumi Indonesia, haiyaa….. Jangan tanya atau katakana itu lagi Hou Huan! Tv-Tv itu dipimpin olang bumiputela atau etnis Arab tempatan/local, tapi kita olang punya modal semua di sana. Ini stlategi, Ali Baba. Ali altinya pemimpinnya bolehlah olang berwajah Arab, tapi pemilik Baba, kita olang semua Tionghoa. Hou Huan, kamu musti ingat itu, dan jangan lagi buka rahasia stlategi dan tujuan nenek moyang kita orang lagi. Sungguh tolol kamu, Huan/Maimai, haiyaaa…..!! !!!


Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.